• 061-8367438
  • ykksp@yahoo.com

Pendidikan

12 Maret 2017

Program pendidikan bertujuan untuk mengembangkan suatu model pendidikan yang disebut pendidikan alternatif. Model pendidikan ini dikembangkan untuk menjawabi model pendidikan yang ada sekarang, tetapi ini dianggap jauh dari kebutuhan anak sesungguhnya.

Pendidikan alternatif dikembangkan oleh Yayasan KKSP sejak tahun 1988, diawali dengan mengembangkan pendidikan non-formal untuk Taman kanak-kanak. Saat ini, pendidikan alternatif dianggap sebagai model pendidikan terpadu untuk:

  1. Meningkatkan pengetahuan anak
  2. Membentuk karakter anak
  3. Meningkatkan ketrampilan anak.

Pendidikan alternatif ini dilaksanakan dengan 2 pendekatan yang tak terpisahkan:

1. Pendidikan Alternatif di Taman Kebajikan

Pendidikan Alternatif di Taman Kebajikan adalah model pendidikan sekolah untuk anak-anak miskin (anak-anak dari kawasan kumuh, anak putus sekolah, buruh anak dan anak jalanan). Model pendidikan ini mempunyai tujuan untuk membentuk karakter, meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan anak serta memperkenalkan pandangan anak pada lingkungan sosial.

Menindak lanjuti model pendidikan alternative yang dikembangkan dari Taman Kebajikan, saat ini KKSP sedang melakukan pemberdayaan kelompok (masyarakat, pemerintah dan swasta) yang berkaitan secara alami dan strategis dengan anak-anak untuk mengembangkan kemandirian, pandangan, pendapat dan partisipasi masyarakat yang lebih luas dengan membentuk Sanggar Taman Baca dan bermain di beberapa wilayah tempat alumni Taman Kebajikan berada. Taman Baca dan Bermain akan dikembangkan menjadi Taman Remaja dan Taman Dewasa yang akan memfasilitasi masyarakat dalam hak-hak petani, buruh atau masalah-masalah social-politik.

Tujuan utama dari Taman Baca dan Bermain :

  1. Menyediakan sanggar bermain dan belajar anak pada komunitas
  2. Menumbuhkan partisipasi masyarakat terhadap penyelenggaraan pendidikan dilingkungannya.

Kegiatannya:

  1. Melakukan sosialisasi kegiatan kepada masyarakat dalam pembentukan pengurus dan penyelenggara perpustakaan Taman Baca dan Bermain
  2. Mempersiapkan sarana dan prasarana Taman baca dan Bermain
  3. Memberikan training mengelola kegiatan Taman Baca dan Bermain kepada relawan
  4. Menjalankan kegiatan perpustakaan
  5. Membentuk kelompok bermain anak ditiap lokasi dampingan
  6. Melakukan kegiatan perlombaan
  7. Melakukan kegiatan Pementasan dan Pameran
  8. Melakukan kegiatan Jambore Anak
  9. Meningkatkan pemahaman dan ketrampilan relawan Taman Baca dan bermain tentang perspektif Hak Anak
  10. Melakukan training dan diskusi-diskusi
  11. Sharing pengalaman antar relawan dan pendamping
  12. Terselenggaranya kegiatan-kegiatan anak-anak yang diprakarsai oleh pengurus Taman Baca dan Bermain.
  13. Memberikan training management organisasi kepada pengurus organisasi

2. Pendidikan Alternatif untuk Anak jalanan

Dimulai tahun 1990, KKSP melakukan Pendidikan alternatif untuk anak jalanan dengan menggunakan pendekatan basis jalanan dan center. Program ini mengorganisir dan memfasilitasi sekitar 220 anak jalanan di 7 lokasi yaitu Terminal bus terpadu Amplas, Petisah, Aksara Plaza, Sukaramai, Simpang Ramayana, Simpang Halat dan Rumah Musik. Kebanyakan anak-anak datang dari luar kota Medan. Mereka berkerja dan tinggal di jalan tanpa perhatian keluarga. Disamping itu juga tanpa pendidikan, perhatian dan kasih sayang, mereka menghadapi begitu banyak kekerasan baik secara fisik dan non-fisik.

Pendidikan alternatif yang diberikan pada anak jalanan adalah pendidikan luar sekolah (pendidikan alternatif di Taman Kebajikan), dimana anak-anak dapat mengakses berbagai media pendidikan yang tersedia di Taman Kebajikan. Pendidikan ini berbeda dengan pendidikan formal yang memakai system classroom, Taman Kebajikan mencoba untuk memperkenalkan prinsip belajar yang tidak mengenal batas ruang dalam pendekatannya. Penyediaan fasilitas belajar di Rumah belajar, Rumah musik, Sanggar dan basis jalanan dilakukan untuk mencapai tujuan Pendidikan alternatif yang sebenarnya. Tujuan pendidikan luar sekolah adalah untuk pengembangan karakter, meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan, namun tetap mempertimbangkan prinsip pluralisme, partisipasi dan semua orang adalah guru.

Pendekatan pendekatan pendidikan luar sekolah diimplementasikan dalam kegiatan pendidikan seperti:

  1. Tulis baca
  2. Nilai Sosial dan Moral
  3. HAM
  4. Hak Anak
  5. Prinsip Partisipasi Anak dan Demokrasi
  6. Hak Buruh
  7. Kepemimpinan
  8. Organisasi
  9. Kerajinan Tangan

Disamping itu, seni dan olahraga ditempatkan sebagai media pendidikan untuk anak-anak baik sebagai media pembebasan dan organisir antara komunitas anak. Sekarang, KKSP sedang mengorganisir anak jalanan di Sumatra Utara dan membentuk Organisasi anak-anak se Sumatra Utara yang terdiri dari anak jalanan, anak-anak desa, buruh anak dan anak-anak sektor yang lain. Media Kreatif yang akan dikembangkan adalah:

  1. Klub Seni:
    • Klub Musik
    • Klub Theater
    • Melukis
    • Puisi
  2. Olahraga

Pendidikan pada anak jalanan juga termasuk pendidikan jurnalistik untuk anak-anak melalui media Tualang. Tualang adalah majalah anak-anak, yang dikelola oleh anak-anak mulai dari pengumpulan berita, pencetakan sampai pada pendistribusian.

3. Pendidikan Pencegahan Perdagangan Anak

Pendidikan pencegahan terhadap perdagangan anak dimulai sejak tahun 2002, ini dilakukan karena semakin meningkatnya jumlah korban anak yang diperdagangkan setiap tahunnya. Banyak anak yang menjadi korban adalah yang berasal dari keluarga yang memiliki tingkat ekonomi dan jenjang pendidikan yang rendah. Selain itu juga salah satu penyebab meningkatnya korban perdagangan karena minimnya informasi yang diterima.

Pendidikan yang diberikan kepada masyarakat umum khususnya anak, adalah pendidikan awal, dimana mereka diberikan pengetahuan tentang apa yang dimaksud dengan perdagangan anak dan bahaya apa saja bagi yang menjadi korban. Selain melakukan pendidikan terhadap komunitas anak dan orang dewasa, juga melakukan kerjasama dengan pemerintah kota untuk membuat standar pelayanan dan penanganan bagi korban. Ruang lingkup kegiatan pendidikan ini antara lain :

  1. Melakukan pendidikan pencegahan perdagangan anak di masyarakat yang diindikasi sebagai daerah sending, transit dan receiving area.
  2. Membentuk kelompok anak di daerah dampingan, kelompok ini akan menjadi leader di masing-masing daerah untuk melakukan pendidikan terhadap teman sebaya dan juga melakukan kampanye anti perdagangan anak.
  3. Melakukan training of trainer untuk pendidikan komunitas anti child trafiking level satu, pendidikan ini dilakukan secara general dan ini dilakukan pada anak dan orang dewasa untuk meningkatkan kapasitas dan pengetahuan tentang perdagangan anak.
  4. Memberikan perlindungan dan penanganan kasus kepada anak korban perdagangan.